17 September 2019 10:58:37
Ditulis oleh Admin

WASPADA KEKERINGAN DI MUSIM KEMARAU

demit-jatirogo.desa.id - Kata guru IPA dulu "Air tidak akan pernah habis tetapi akan mengalami perubahan kualitas". pernyataan itu muncul lantaran adanya siklus air bahwa alam telah di ciptakan Allah secara proporsional sehingga daur air dapat berjalan lancar guna menjamin tersedianya air yang berkelanjutan.namun, kondisi dulu tidak sama dengan sekarang.dulu faktor pendukung terjadinya siklus air masih ' normal ' sedangkan untuk saat ini mengalami permasalahan hingga siklus air tidak lagi normal ketika hujan kelebihan air yang menyebabkan banjir ,ketika kemarau kekurangan air menyebabkan kekeringan.

namun selain faktor meteorologis,kekeringan juga di picu oleh meningkatnya penggunduluan hutan.pembabatan hutan secara massal dalam rangka alih fungsi hutan bukan isapan jempol saja sehingga penyerap dan penyimpanan sementara air hujan berkurang drastis di tambah dengan kondisi lingkungan yang kritis seperti pendangkalan Daerah aliran Sungai, pencemaran sungai akhirnya menyebabkan kekurangan sumber air bersih.

Di Kabupaten Tuban sendiri ada  sekitar 8 Kecamatan terdampak kekeringan air dan sekitar 20 Desa ( sumber BPBD Kabupaten Tuban ). untuk mengatasi kekeringan tersebut pihak Badan Penanggulangan Becana Daerah  ( BPBD ) terus melakukan droping bantuan air bersih untuk memenuhi kebutuhan air bagi warga.



Kategori

Bagikan :

comments powered by Disqus